Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Hamid Noor Yasin, M.M., mengingatkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar mempersiapkan infrastruktur serta layanan transportasi secara optimal menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna penutupan masa sidang DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (19/02).
Di awal pernyataannya, Hamid menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh umat Muslim. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, kepedulian sosial, dan empati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di awal Ramadan ini kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh kaum muslimin. Mudah-mudahan kita bisa mengoptimalkan suasana Ramadan dengan lebih produktif, lebih peduli, dan lebih empati terhadap kondisi masyarakat dan bangsa ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamid menyoroti potensi besar arus mudik tahun ini. Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada 2026 diperkirakan mencapai 134,9 juta orang. Namun, ia mengingatkan bahwa realisasi di lapangan kerap melampaui angka prediksi.
“Biasanya jumlah realisasi melebihi prediksi. Karena itu, seluruh stakeholder harus berkolaborasi dan bekerja sama secara optimal untuk menghadirkan layanan mudik Lebaran yang aman, nyaman, lancar, dan selamat,” tegasnya.
Ia secara khusus meminta kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta Kepolisian, memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan fasilitas transportasi, terutama di tengah musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko perjalanan.
Hamid menekankan pentingnya pengecekan menyeluruh terhadap jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten/kota, termasuk tol fungsional yang akan digunakan selama arus mudik.
“Pastikan seluruh jalan nasional tidak ada yang berlubang, begitu juga jalan provinsi dan kabupaten/kota. Tol fungsional harus disisir dan dibenahi. Jangan sampai ada lubang maupun genangan air yang dapat membahayakan pengendara dan pemudik,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kesiapan jalur-jalur utama mudik, seperti jalur Pantura, jalur selatan Jawa, Trans Sumatera, serta wilayah lainnya, agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Hamid berharap, dengan kesiapan yang matang dan koordinasi yang baik antarinstansi, masyarakat dapat menjalani tradisi mudik dengan aman, berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah masing-masing.
“Harapan kami seluruh jalur mudik dioptimalkan dengan baik, sehingga mudik lancar, masyarakat bisa bertemu keluarga di kampung halaman, dan memberikan kontribusi positif bagi daerahnya,” pungkasnya.







