Sadranan Jelang Ramadan, Warga Gunung Wijil Boyolali Doa dan Makan Bersama di Makam Leluhur

  • Whatsapp

Boyolali,karysmafm.com — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga Desa Gunung Wijil, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar tradisi Sadranan di pemakaman leluhur, Selasa (10/2/2026).

Ritual budaya ini diawali dengan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu desa. Setelah itu, warga membuka tenong yang berisi nasi, lauk-pauk, ayam ingkung, serta buah-buahan untuk disantap bersama.

Read More

Sejak pagi, masyarakat datang berbondong-bondong ke area makam sambil membawa hasil bumi dan aneka hidangan. Karena keterbatasan tempat, makanan ditata memanjang bahkan hingga di sela-sela batu nisan.

Tokoh masyarakat setempat, Sriyono, mengatakan Sadranan merupakan tradisi turun-temurun yang tidak pernah ditinggalkan warga menjelang Ramadan.

“Selain mendoakan leluhur, Sadranan juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Usai doa, suasana berubah hangat. Warga duduk bersila, membuka bekal masing-masing, lalu saling berbagi hidangan. Tidak ada sekat usia maupun status sosial.

Warga lainnya, Putut Tetuko, menyebut Sadranan menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Anak-anak diajak langsung ikut agar tahu sejarah dan tidak melupakan jasa para leluhur,” katanya.

Warga berharap tradisi Sadranan tetap dijaga sebagai identitas budaya lereng Merbabu sekaligus pengingat bahwa Ramadan disambut dengan doa, silaturahmi, dan kepedulian sosial. (Tim liputan).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *