Musi Rawas – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi seluruh pelajar terus digalakkan oleh pemerintah.
Yayasan Bhakti Bela Negara selaku pelaksana program MBG di Kabupaten Musi Rawas (Mura) meluncurkan dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG di Kecamatan Megang Sakti, Jumat, 22 Agustus 2025.
Hadirnya Dapur Idola dan Fadilah yang terletak di Jalan Tri Tunggal Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Mura sebagai pusat SPPG Megang Sakti 1 dan Megang Sakti ini merupakan dapur pertama yang beroperasi di wilayah Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura.
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara untuk wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM), Dori Nuringgani Pratama mengatakan, sejauh ini baru ada tujuh dapur yang ada dalam wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara.
“Target sejauh ini ada tujuh untuk di MLM, sementara untuk di Kabupaten Mura ada lima SPPG meliputi SPPG Purwodadi, Jajaran Baru , Megang Sakti, Banpres Kecamatan Tuah Negeri,” ungkap Dori Nuringgani kepada awak media.
Ke depan bisa bertambah lagi, setelah ini pihaknya juga akan melakukan konsolidasi dengan beberapa daerah seperti Pemerintah Kabupaten Muratara terkait dengan SPPG tersebut.
“Untuk di Kota Lubuklinggau sejauh ini sudah ada dua titik yang kita ajukan. Kedepan kita akan melakukan konsolidasi ke Kabupaten Muratara dalam pengembangan SPPG tersebut,” jelasnya.
Sementara Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Pusat, Suparwo mengaku ke depan SPPG ini nantinya diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar.
“Kami sebenarnya ingin dapur ini dapat memberdayakan masyarakat sekitar, terlebih daerah-daerah yang jauh, sehingga sangat memungkinkan dalam memberdayakan masyarakat seperti komunitas driver atau yang lainnya,” jelasnya.
Namun, untuk area sejatinya tidak akan bersinggungan mengingat keberadaan dapur sudah ditentukan oleh pemerintah, dimana satu dapur itu hanya mengcover area dengan radius area sejauh 6 Km.
“Jadi jika jaraknya diluar dari yang sudah ditentukan, maka akan dicover dapur yang lain, artinya dalam pelaksanaannya tidak akan bersinggungan. Sementara untuk satu dapur hanya diberi kuota 3 ribu hingga 4 ribu,” ucapnya.
Sementara Muhamad Fachry Anggara, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara menegaskan
Yayasan Bhakti Bela Negara akan segera melakukan launching puluhan dapur di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Lampung.







