Audiensi Dirut BPJS Kesehatan Peningkatan Layanan Kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu

  • Whatsapp

Boyolali – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan ke RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, pada Jumat (29/5). Didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir dan Direktur Holding Rumah Sakit Muhammadiyah Delanggu (RSMD) dr. Muhamad Ma’mun Sukri.

Read More

Kunjungan tersebut dikemas dalam agenda audiensi strategis guna mempererat komitmen dan sinergi jaminan kesehatan antara BPJS Kesehatan dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara dipusatkan di Aula Lantai 3 RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

Kegiatan tersebut sengaja digelar untuk mengampanyekan gerakan promotif dan preventif demi menjaga pola hidup sehat masyarakat.

?”Kalau promotif preventif makin membaik, belanja kesehatan akan lebih murah. Selama ini sebagian besar hasil iuran BPJS larinya ke rumah sakit. Dengan penguatan promotif preventif, beban itu bisa berkurang dan bergeser ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujar Prihati.

Prihati menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kerja sama. Khususnya dalam hal tata kelola pembiayaan kesehatan agar lebih sesuai dengan pedoman yang berlaku. Melalui administrasi yang tertib, diharapkan pelayanan kesehatan berkualitas dapat berjalan lancar tanpa kendala.

?”Kami ingin memastikan peserta JKN benar-benar terlindungi secara finansial, Kami memegang prinsip untuk menjaga dan membuka akses, meningkatkan kualitas, serta menjaga efisiensi,” jelas Prihati.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Deddy Febrianto turut mengapresiasi pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu, khususnya terkait penggunaan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN. Deddy juga berharap ke depannya setiap peserta JKN telah menggunakan Aplikasi Mobile JKN khususnya antrean online yang memberikan kemudahan dengan menghemat waktu untuk mendapatkan pelayanan dan dapat diakses dari mana saja sebelum datang langsung ke faskes.

“Sejak adanya transformasi digital melalui kanal layanan online yang salah satunya antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN, kini peserta JKN tidak perlu lagi menunggu lama di faskes,” ungkap Deddy.

Sebagai informasi tambahan, bagi peserta JKN yang sedang berobat di rumah sakit, apabila menemukan kendala atau memerlukan informasi dapat menghubungi petugas BPJS SATU (Siap Membantu) yang nama, foto dan nomor kontak petugas BPJS SATU telah terpampang pada ruang publik di rumah sakit tersebut. Selain itu, peserta JKN juga dapat menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang secara khusus disediakan rumah sakit untuk melayani kebutuhan informasi dan menangani pengaduan pasien.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir menyampaikan apresiasi melalui dialog ini tersebut sangat penting karena seluruh rumah sakit milik Muhammadiyah, telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pertemuan itu juga dihadiri langsung oleh para direktur rumah sakit se-Jateng dan DIY, serta jajaran pengurus Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) dan pimpinan daerah setempat.

?”Tadi menjadi sangat jelas. Ke depan, arah pelayanan akan bergeser dari volume – based (berbasis kuantitas) ke value – based (berbasis kualitas dan nilai). Ini harus kita pahami betul agar rumah sakit bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Semua tindakan harus dilihat dulu konteks penyakitnya, sehingga apa yang kami kerjakan bisa tepat sasaran,” jelas Ma’mun.
( /ta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *